Berikutini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena sosial adalah . Suatu peristiwa, bisa dari fenomena alam hingga sosial. Paling khas dari ciri teks eksplanasi adalah isinya memuat fakta, disampaikan secara logis, dan mengungkap sebuah fenomena.
Berikutini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena sosial adalah A. proses terbentuknya masyarakat B. proses terbentuknya harga pasar C. proses terjadinya probahan sosial D. proses terjadinya kebakaran hutan E. proses akulturasi budaya Pembahasan Eksplanasi merupakan sebuah teks yang didalamnya berisikan tentang penjelasan mengenai sebab akibat dan juga proses yang berkaitan dengan
Itulahtadi jawaban dari berikut ini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena sosial adalah, semoga membantu. Kemudian, Pak Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu proses yang termasuk gerak orogenetic adalah dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap.
Pertanyaan Berikut ini merupakan fenomena yang tidak dibahas dalam teks eksplanasi adalah . alam. sosial. hiburan. pendidikan.
Berikutini yang tidak termasuk contoh - 33969012 faranabila03 faranabila03 03.10.2020 B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama terjawab 4. Berikut ini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena alam adalah a proses terbentuknya keluarga b. proses terjadinya hujan c. proses terjadinya erosi
Gravitiadalah fenomena semula jadi yang bersifat fizikal. Ini adalah daya yang dihasilkan di tengah-tengah bumi dan yang menarik objek lain ke arahnya. Tanpa graviti, tidak akan ada planet ini kerana kerak bumi tidak akan dapat berada dalam kedudukannya. 2- Bunyi. Bunyi juga merupakan fenomena fizikal yang muncul sebagai gelombang.
. Berikut ini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena alam adalah proses terjadinya A. Angin puting beliung B. Kemiskinan C. Hujan D. Erosi Tolong di jawab besok mau di kumpul JawabanB. kemiskinanPenjelasanmaaf klo salah
Contoh Teks Eksplanasi, Foto Dok. SekolahnesiaJika kamu mencari contoh teks eksplanasi fenomena alam dengan struktur yang baik, artikel ini akan memberikan contohnya beserta strukturnya yang baik. Teks eksplanasi ini merupakan salah satu jenis teks bacaan yang menjelaskan tentang proses kronologis suatu kejadian mengenai bagaimana dan mengapa sebuah fenomena dapat eksplanasi biasanya berisi uraian kejadian yang ada di sekitar manusia, lalu ditulis setelah adanya pengamatan yang dilandasi dengan keilmuan. Sebelum mengetahui contoh teks eksplanasi, berikut penjelasannya mengenai pengertian hingga Teks EksplanasiMenurut etimologi, eksplanasi berasal dari kata Bahasa Inggris, yaitu eksplanation yang artinya keterangan atau penjelasan. Teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang isinya penjelasan atas sebuah kejadian atau fenomena yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah maupun teks eksplanasi memuat informasi tentang sebuah tahapan mengapa’ dan bagaimana’. Sebab, pada sebuah peristiwa tentu ada yang namanya hubungan sebab akibat dan suatu proses Teks EksplanasiTeks eksplanasi memiliki beberapa struktur, yaituPernyataan umum, mencakup penjelasan sebuah topik dan juga proses yang terbentuk dari peristiwa tertentuSebab dan akibat, berisi penjelasan tentang tahapan peristiwa yang disusun dengan cara bertahap mulai dari awal sampai akhirInterpretasi, pernyataan mengenai topik yang diuraikan dalam suatu teks. Struktur ketiga ini disebut sebagai kesimpulan dari teks eksplanasi Teks Eksplanasi Fenomena AlamGunung meletus merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi karena adanya endapan magma yang ada di bagian perut bumi. Gas di dalam perut bumi tersebut disemburkan dengan kekuatan yang sangat besar. Letusan gunung berapi menjadi salah satu bencana alam yang luar biasa dan amat besar. Karena gunung berapi tercipta dengan letusan yang amat banyak sekali gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. di antara gunung berapi yang masih aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi, Gunung Krakatau, Gunung Tambora, Gunung Toba, Gunung Kerinci dan masih banyak lagi gunung berapi yang Penjelas sebab-akibatDikarenakan adanya hubungan dengan batas lempeng bumi secara langsung, maka sebagian aktivitas gunung berapi berkaitan erat dengan zona kegempaan yang terbilang aktif. Di antara tanda yang bisa dikenali sebelum sebuah gunung berapi meletus adalah adanya aktivitas misalnya perubahan suhu dan tekanan yang cukup tinggi di batas lempeng bumi tersebut. Hal tersebut menyebabkan ada berbagai material berupa batuan di sekitar gunung merapi yang meleleh. Secara umum, batuan yang meleleh tersebut dikenal dengan magma atau cairan pijar. Material yang terdapat di sekitarnya akan instruksi oleh magma tersebut melalui rekahan yang mendekati bagian permukaan pijar atau magma tersebut terbentuk di dalam bagian perut bumi lantaran di dalam perut bumi tersebut suhunya sangat panas. Lalu dengan adanya material-material tersebut, maka akhirnya gas akan dikirimkan sehingga menjadi tercampur dengan magma. Pembentukan magma ada pada kedalaman sekitar 60 sampai dengan 120 km di bawah permukaan bumi. Kemudian di sekitar kawah ada sebuah magma yang memiliki kandungan gas. Letak magma tersebut ada pada bawah tekanan dari tekanan itulah gunung meletus terjadi dan mengeluarkan magma. Kemudian magma yang dikeluarkan oleh gunung meletus mengalir dan keluar dari bagian perut gunung menuju ke permukaan bumi. Magma dan gas tersebut meledak di dalam waktu yang bersamaan. Kemudian menimbulkan lubang yang disebut dengan lubang utama. Dari lubang tersebut, umumnya terdapat banyak materi vulkanik yang dimunculkan. Dan saat semburannya selesai, maka area puncak gunung merapi akan nampak layaknya mangkuk yang merupakan kawah. Sementara lubang utamanya ada di bagian dasar kawah gunung berapi sendiri menyebabkan dampak yang positif serta negatif sekaligus untuk masyarakat dan kehidupan di bumi. Dampak positif dari letusan tersebut adalah menjadikan tanah pertanian semakin subur. Di samping itu, material yang dihasilkan dari perut bumi bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat setempat. Biasanya itu akan dipakai untuk sumber daya air dan juga wisata alam energi panas bumi. Sementara dampak negatif dari letusan gunung berapi tersebut bisa memberikan efek langsung ataupun tidak langsung bagi masyarakat sekitar. Efek langsung yang dimaksud adalah marabahaya dan juga ancaman bagi makhluk hidup. Hal itu dikarenakan gunung meletus bisa mengeluarkan zat beracun, jatuhan piroklastik dan juga awan panas. Sementara efek atau dampak tidak langsung yang ditimbulkannya adalah adanya hujan lahar, area perkebunan menjadi rusak, dan menimbulkan beberapa jenis penyakit seperti saluran pernapasan dan lain karena itu, sampai hari ini di antaranya bencana yang cukup mengerikan bagi masyarakat adalah gunung dari letusan gunung berapi juga dapat memecah pulau dan juga menciptakan contoh teks ekplanasi fenomena alam lengkap dengan strukturnya. Semoga membantu ya!
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID iS1dYTYGGRLpOug3K8Tqmv5AkTNqbFuAI_uZsH5u8ZQxccCjsg0_Mw==
Teks eksplanasi fenomena alam. lil_foot_ /Pixabay – Menurut wikipedia, Teks eksplanasi adalah satu jenis teks yang dikembangkan berdasarkan kaidah ilmiah. Teks ini bertujuan menjelaskan sebuah fenomena baik itu alam, sosial, dan budaya dari sudut pandang ilmiah. Tujuan dari teks eksplanasi adalah mengetahui bagaimana suatu peristiwa terjadi dalam sebuah bacaan. Tujuan lainnya adalah mengetahui sebab dan akibat dari suatu fenomena. Struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian, yakni pernyataan umum, sebab akibat isi, dan interpretasi atau penutup. Untuk lebih jelasnya simak beberapa contoh teks eksplanasi terkait bencana alam berikut ini lengkap dengan strukturnya. Contoh Teks Eksplanasi 1 Tanah Longsor Pernyataan Umum Tanah longsor termasuk bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Peristiwa longsor terjadi akibat pergerakan tanah dari atas sehingga bisa menimpa atau menimbun apa pun yang ada di bawahnya. Tanah longsor biasanya terjadi pada saat musim penghujan di daerah pegunungan atau perbukitan. Namun tidak jarang pula bencana alam ini terjadi di dataran rendah seperti area pinggir sungai. Urutan Sebab Akibat Bencana longsor terjadi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan terjadi dalam waktu relatif lama. Pada saat musim kemarau, tanah akan menjadi sangat kering hingga muncul retakan/pori-pori di tanah. Hingga menginjak musim hujan, retakan tersebut akan mudah terisi oleh air sampai pada titik jenuhnya. Struktur tanah yang sudah tidak kuat menahan resapan air hujan pada akhirnya akan bergerak ke bawah dan terjadilah tanah longsor. Setiap tanah memiliki struktur yang berbeda-beda. Tanah longsor lebih banyak terjadi pada daerah dengan kontur tanah yang tipis dan kurang tebal. Misalnya tanah lempung yang menjadi pecah-pecah jika terpapar panas dan akan lembek jika diguyur hujan lebat. Ketika struktur tanah lembek maka akan lebih rentan terhadap pergeseran tanah. Selain murni karena faktor alam, tanah longsor juga bisa disebabkan oleh ulah tangan manusia. Seperti penebangan liar yang dilakukan manusia akan mematikan sirkulasi air tanah yang seharusnya diserap oleh tumbuhan sehingga menyebabkan strukturnya tidak stabil. Interpretasi Jadi, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya bencana alam tanah longsor. Selain faktor alam, ulah manusia juga sama-sama berkontribusi menimbulkan bencana ini. Namun, kita juga bisa mencegah terjadinya tanah longsor dengan tidak melakukan pembakaran hutan, penggundulan hutan, dan melakukan reboisasi. Contoh Teks Eksplanasi 2 Proses Terjadinya Banjir Pernyataan Umum Banjir adalah aliran air yang berlebihan hingga merendam daratan. Bencana ini sering terjadi saat musim hujan tiba akibat tidak muatnya sungai, danau, drainase, atau aliran air lainnya untuk menampung air hujan. Debit air hujan yang jumlahnya sangat banyak akan meluap dan menggenangi wilayah daratan. Urutan Sebab Akibat Wilayah yang sering mengalami banjir biasanya pada daerah pinggiran sungai, pemukiman di tempat resapan air, dan daerah dengan drainase yang bermasalah. Banjir dapat terjadi disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor sosial. Faktor alam disini seperti hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Sedangkan faktor sosial itu disebabkan adanya ulah manusia itu sendiri. Misalnya dengan perilaku membuang sampah di sungai, mendirikan pemukiman di tempat resapan air, dan menebang hutan secara liar. Interpretasi Ulasan di atas menyampaikan bahwa banjir merupakan satu fenomena alam yang bisa disebabkan oleh faktor alam dan faktor sosial. Bencana banjir dapat di minimalisir dengan beberapa usaha pencegahan di samping karena faktor alam di luar kendali manusia. Namun, kita bisa melakukan beberapa gerakan perubahan seperti tidak membuang sampah di sungai ataupun melakukan penebangan liar. Contoh Teks Eksplanasi 3. Gunung Meletus Pernyataan Umum Gunung meletus merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi di luar kendali manusia. Fenomena ini terjadi karena adanya endapan magma yang ada di perut bumi disemburkan oleh gas dengan kekuatan besar. Material yang dikeluarkan bisa menjadi musibah sekaligus bermanfaat bagi penduduk sekitar. Urutan Sebab Akibat Terjadinya gunung meletus diawali oleh perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu yang drastis. Kondisi ini membuat material batuan disekitarnya meleleh. Lelehan tersebut biasa dikenal sebagai magma atau cairan pijar. Magma yang bercampur dengan gas dan material dari dalam perut bumi akan bergerak menuju permukaan bumi. Aktifitas ini dapat membentuk lubang utama, di mana sebagian besar magma dan material vulkanik lain menyembur melalui lubang tersebut. Bencana gunung meletus mengakibatkakn dua dampak sekaligus yaitu dampak negatif dan positif. Dampak negatifnya adalah ancaman bahaya terhadap manusia dan makhluk hidup di sekitarnya. Sedangkan dampak positifnya, material yang dikeluarkan dari fenomena gunung meletus bisa menjadikan tanah disekitarnya subur. InterpretasiBencana alam berupa gunung meletus masih menjadi bencana alam yang dapat membahayakan sekalipun itu memberikan manfaat setelahnya. Fenomena gunung meletus terjadi di luar kendali manusia sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah menghindari dampak bahaya akibat bencana gunung meletus. Misalnya mengungsi ke tempat aman ketika terjadi erupsi gunung berapi.*** Baca berita pilihan lainnya di "Google News"
Secara etimologi, ekspalansi berasal dari kata bahasa Inggris, Explanation, yang berarti keterangan atau penjelasan. Teks eksplanasi sendiri merupakan sebuah teks yang berisi penjelasan atas sebuah kejadian atau fenomena. Baik itu yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah, ataupun budaya. Berikut ini beberapa contoh teks eksplanasi tentang fenomena alam. Di setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita, tentunya tidak terjadi begitu saja bukan? Ada sebab akibat disini, dan sebuah proses di dalamnya. Kita bisa mengamati dan merasakan berbagai persitiwa tersebut dengan mudah. Bahkan kita juga bisa mempelajari polanya dengan menggunakan aspek ”mengapa” dan “bagaimana” peristiwa tersebut bisa terjadi. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan alam misalnya, sebagian dari kita pasti tidak asing lagi dengan sejumlah fenomena atau peristiwa seperti tsunami, banjir, gunung meletus, tanah longsor, dan sebagainya bukan? Pertanyaannya sekarang, mengapa dan bagaimana semua itu bisa terjadi? Disini kita akan membahas itu secara lebih rinci, lewat beberapa contoh teks eksplanasi. Judul Banjir Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Dalam arti “air mengalir”, kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu. Selain sejumlah tempat yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain, banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti bendungan, waduk, dan weir digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui pertahanan pantai, seperti tembok laut, pengembalian pantai dan pulau penghalang. Judul Tsunami Tsunami atau secara etimologi berarti “ombak besar di pelabuhan”, adalah gelombang air besar yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi. Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya gelombang tersebut memiliki amplitudo kecil umumnya 30–60 cm sehingga tidak terasa di laut lepas, tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai. Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding air raksasa terutama pada tsunami-tsunami besar, tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Kenaikan permukaan air dapat mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus hingga 90 km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang besar. Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor, letusan gunung, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air. Secara geografis, hampir seluruh tsunami terjadi di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan kawasan Palung Sumatra di Samudra Hindia. Risiko tsunami dapat dideteksi dengan sistem peringatan dini tsunami yang mengamati gempa-gempa berkekuatan besar dan melakukan analisis data perubahan air laut yang terjadi setelahnya. Jika dianggap ada risiko tsunami, pihak berwenang dapat memberi peringatan atau mengambil tindakan seperti evakuasi. Risiko kerusakan juga dapat dikurangi dengan rancangan tahan tsunami, seperti membuat bangunan dengan ruang luas, serta penggunaan bahan beton bertulang, maupun dengan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari tsunami, seperti pentingnya mengungsi dan menyiapkan rencana darurat dari jauh-jauh hari. Judul Gerhana Bulan Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu. Judul Petir Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi atas atau bawah, sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif elektron dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. Judul Tanah Longsor Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh, diantaranya erosi, lereng dari bebatuan dan tanah yang diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat, dan gunung berapi yang menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tanah longsor, seperti tidak membuat kolam atau sawah diatas lereng, tidak mendirikan rumah di bawah tebing, jangan menebang pohon di sekitar lereng, jangan memotong tebing secara tegak lurus, dan tidak mendirikan bangunan di sekitar Sungai. Judul Kemarau Musim kemarau identik dengan musim kering dan langka air. Negara Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau merupakan musim antara bulan April – Oktober. Kemarau tahun ini terpantau lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat adanya El-Nino. Situasi itu juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, kelangkaan sumber air, serta memperparah polusi udara di sejumlah kota besar. Sejumlah daerah terpantau mengalami kekeringan parah, padahal musim kemarau belum mencapai puncak. Namun sejak bulan Juni, kekeringan sudah melanda sejumlah daerah. Penduduk sulit mencari sumber air bersih, sawah kering, serta debit air sungai dan waduk pun surut. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG, wilayah yang telah mengalami kekeringan, yaitu sejumlah wilayah di Jawa dan Madura bagian selatan. “Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, berkurangnya ketersediaan air tanah dan kebakaran lahan,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal. Kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan. Cuaca yang panas membuat proses pemadaman kian sulit. Di Aceh misalnya, sedikitnya 39,5 hektar lahan terbakar, beberapa diantaranya adalah lahan gambut yang telah ditanami sawit warga. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad mengatakan, angin yang berhembus kencang juga mempercepat pergerakan api. Dari data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Provinsi Kalteng menunjukkan sedikitnya terjadi 64 kejadian kebakaran sejak Januari. Dari 64 kejadian itu terdapat 112,4 hektar hutan dan lahan terbakar. Di Desa Sungai Segajah Jaya, Rokan Hilir, Riau, lahan seluas 60 hektar terbakar. Di Jambi, lebih dari 45 hektar lahan terbakar dan lebih dari 77 persen di kebun masyarakat serta sisanya di hutan. Ancaman kebakaran, terutama di Kabupaten Merangin dan Batanghari, meningkat. “Daerah-daerah itu tidak diguyur hujan selama 21-30 hari,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi Kurnianingsih. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memfokuskan upaya antisipasi kebakaran lahan di enam provinsi dengan kawasan gambut yang luas. Provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Judul Gempa Es Gempa es disebabkan oleh gletser. Seorang peneliti mempelajari bagaimana gletser membuat gempa es di antartika. Gempa es tersebut disebabkan oleh gravitasi dan gelombang pasang surut. Gaya gravitasi menyebabkan aliran ES Whilans tertarik. Tarikan gaya gravitasi menimbulkan daratan es pecah dengan lebar sekitar 482 km ke arah Laut Ross. -Interpretasi Gelombang dan pasang mendorong lempeng es Ross, menghantam gletser yang turun. Gletser terhenti. Saat gelombang surut, es tiba-tiba maju dengan gerakan yang setara dengan gempa berkekuatan 7 pada skala Richter. Judul Hujan Asam Hujan asam adalah peristiwa turunnya zat asam dari atmosfer ke bumi akibat pencemaran udara yang tinggi. Hujan asam bisa turun ke bumi dalam bentuk butiran salju, kabut, atau serpihan kering. Hujan asam terjadi karena adanya pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan pembangkit tenaga listrik, atau pabrik-pabrik. Ketika pembakaran bahan bakar fosil terjadi, senyawa sulfur dioksida dan nitrogen dioksida terlepas ke atmosfer. Gas kimia ini bereaksi dengan air, oksigen, dan senyawa membentuk larutan asam sulfat dan nitrat. Saat hujan asam turun ke bumi, larutan asam mengalir ke perairan dan masuk ke dalam tanah. Hujan asam membuat air mengandung asam dan menyerap senyawa aluminium yang ada di antara air dan tanah. Air yang tercemar zat asam menjadi tidak sehat untuk hewan-hewan yang ada di lingkungan air. Selain hewan, hujan asam juga dapat merusak kehidupan tanaman, terutama yang ada di dataran tinggi. Senyawa dalam hujan asam yang masuk ke tanah dan mengambil nutrisi yang dibutuhkan tanaman dari dalam tanah sehingga tanaman mati. Hujan asam dapat dicegah dengan cara membatasi polusi yang menyebabkan hujan asam ini. Kita harus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggantinya dengan bahan bakar yang ramah lingkungan. Di rumah, kita juga dapat membantu mencegah hujan asam dengan hemat energi dalam pemakaian listrik. Judul Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca, yaitu panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida CO2 dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi. Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin. Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi semakin hangat dari tahun ke tahun. Gas-gas yang ada di dalam efek rumah kaca antara lain uap air H2O dengan tingkat polusi 36-70%, karbondioksida CO2, 9-26%, metana CH4, 4-9%, ozon O3, 3-7%, nitrous oxide N2O, serta klorofluorokarbon CFC atau freon dan hidroklorofluorokarbon HCFC . Sebenarnya, gas-gas tersebut juga diperlukan agar bumi tidak terlalu dingin, Namun, sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan gas berbahaya lainnya menjadi semakin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya semakin meningkat akibat ulah manusia. Efek rumah kaca disebabkan antara lain 1 penebangan dan pembakaran hutan secara liar yang meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, 2 pencemaran laut yang banyak membuat musnah ekosistem di dalamnya sehingga laut tidak dapat menyerap karbon dioksida lagi, 3 industri pertanian; pertanian dalam skala besar industri menggunakan pupuk yang sangat banyak yang akan melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang merupakan gas rumah kaca, 4 limbah industri dan tambang industri seperti pabrik semen, pabrik pupuk, dan penambangan batu bara yang menghasilkan gas karbondioksida, 5 limbah rumah tangga yang menghasilkan gas metana dan karbon dioksida yang dihasilkan dari bakteri-bakteri pengurai sampah. Efek rumah kaca memiliki akibat yang sangat buruk bagi kehidupan manusia. Jika efek rumah kaca dibiarkan, maka bumi akan menjadi semakin panas. Memanasnya bumi dapat mencairkan es yang ada di kutub utara maupun selatan. Jika es di kutub mencair, maka permukaan air laut akan semakin tinggi yang tentu akan berdampak buruk pada seluruh wilayah di dunia. Selain itu, efek rumah kaca juga akan mengakibatkan berkurangnya lapisan ozon sehingga sinar ultraviolet matahari dapat tembus ke permukaan bumi yang dapat mematikan makhluk hidup di dalamnya. Manusia harus menjaga lingkungan agar bumi tetap bersih sehingga kehidupan dapat terus berlangsung dan terhindar dari bencana. Judul Kebakaran Hutan Hutan adalah merupakan wilayah yang luas dan ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan sehingga memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi. Hutan juga merupakan penghasil oksigen terbesar di bumi. Oksigen yang dihasilkan oleh hutan sangat bermanfaat bagi manusia dan hewan untuk bernafas. Itulah sebabnya hutan mendapat julukan sebagai paru-paru dunia. Luas hutan dunia semakin hari semakin berkurang. Salah satunya disebabkan oleh faktor manusia yang merusak hutan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan. Kebutuhan manusia untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan membutuhkan biaya yang tinggi dalam persiapan lahan. Lalu, mereka kemudian mengambil jalan pintas dengan membakar hutan karena murah dari segi biaya dan efektif dari segi waktu. Banyak orang-orang melakukan penebangan liar dan membakar hutan untuk bercocok tanam. Setelah tanah tidak subur lagi, mereka akan berpindah tempat mencari lahan baru dengan membakar hutan kembali. Sangat banyak sekali dampak kebakaran hutan bagi manusia. Hutan yang terbakar akan sulit dipulihkan seperti semula. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah erosi, dan tidak kuat menahan banjir. Pohon-pohon hutan hujan tropis membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh kembali. Manusia harus saling bantu-membantu dalam menjaga kelestarian alam. Hutan yang diberikan sang Pencipta harus dijaga dan dimanfaatkan tanpa merusak hutan tersebut. Hutan yang terjaga kelestariannya akan berguna untuk kelangsungan hidup manusia. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBahasa Indonesiacontoh teks eksplanasieksplanasiKelas 8teks eksplanasi
berikut ini yang tidak termasuk contoh eksplanasi fenomena alam adalah